MENGENANG ARIA BARON: PELUNCURAN PEDAL OVERDRIVE DAN AKAN DILELANG

 

Meski telah berpulang pada 29 Juni 2021 lalu, Aria Baron Suprayogi, musisi dan gitaris kenamaan ini meninggalkan banyak kenangan dan karyanya. Semangatnya masih terasa ketika peluncuran resmi pedal efek Baron Legacy. di Hari-Hari Musik pada 12 Oktober 2021 lalu. Bersamaan dengan peluncuran efek pedal gitar jenis overdrive tersebut, diperkenalkan pula Baron’s Corner di Hari Hari Musik. Sudut ini memajang sejumlah gitar dan aksesoris yang favorit Baron untuk memfasilitasi mereka yang ingin berkumpul dan merasakan jiwa Baron di sudut itu.

“Baron itu percaya banget, bahwa dengan gitar yang baik, maka mood gitaris langsung dapat terangkat,” ujar Edward Mamahit.

Sepeninggalnya, Baron yang dikenal sebagai musisi berpengaruh untuk beberapa banyak band besar di Indonesia seperti Gigi dan/rif meninggalkan proyek pedal yang telah digarapnya bersama Pak Arifin, selaku pemilik Hari-Hari Musik. Karena sangat terpukul, Pak Arifin sempat tak berniat untuk melanjutkan proyek pedal tersebut. Namun, beberapa hari setelah kepergian Baron, Febrina, istri mendiang Baron, berinisiatif menghubungi Pak Arifin dan menyampaikan niat untuk meneruskan proyek pedal gitar tersebut serta menjadikannya sebagai salah satu warisan (legacy) Baron yang sudah seharusnya direalisasikan.

 

“Ini dilelang karena walau secara fisik Baron sudah tiada, namun ia tetap hadir melalui passion dan diwujudkan dengan Overdrive Pedal kesukaannya,” kata Febriana dalam jumpa pers virtual.

Pedal berjenis overdrive yang dilengkapi dengan N.O.S. (New Old Stock) MC 4558 IC by Motorola tersebut akhirnya diproduksi oleh Hari-Hari Musik hanya dalam jumlah terbatas, yakni 25 unit. Pedal dengan seri 001B ini juga dilengkapi dengan kemasan eksklusif yang disertai sertifikat bertandatangan Febrina. Pada pedal tersebut tertera tulisan “Don’t cry because it’s over, smile it happened. Lopee you, Bah!". 

 

“Mas Baron sangat terkenal dengan telinga emasnya. Sangat tajam, sangat teliti. Kalau memang ada yang kurang, dia langsung bilang. Saya nggak bisa main gitar, tapi saya cinta dunia elektronik. Saya bisa merancang skematik dan membayangkan hasil suaranya. Baron sangat cerdas mengenali nada. Jadilah pedal ini dengan kualitas maksimal yang diverifikasi langsung oleh Baron,” ujar Pak Arifin penuh keyakinan dan semangat.

 

Pedal ini rencananya akan dilelang pada hari Sabtu, 16 Oktober 2021. Bagi mereka yang berminat, dapat mengakses melalui link: http://l.youb.id/BaronPedal  sebelum 14 Oktober 2021. Hasil lelangan akan digunakan untuk kembali menghidupkan studio musik peninggalan Baron.

GitarPlus terbit perdana pada 15 Januari 2004. Sebagai majalah gitar pertama dan satu-satunya di Indonesia, GitarPlus berusaha memberikan kontribusi positif bagi perkembangan dunia musik, khususnya dunia gitar di Indonesia.

Selama 13 tahun GitarPlus hadir dalam format media cetak dan telah menggelar berbagai kegiatan musik berorientasi gitar yang melibatkan ribuan gitaris di seluruh Indonesia.

Menghadapi era digital yang serba cepat, sejak Februari 2017, GitarPlus meninggalkan versi cetak dan beralih ke media online dalam membagikan informasi dan mengembangkan komunikasi dengan musisi dan gitaris di seluruh Indonesia.

Secara aktif, kami akan terus memberi informasi yang mengedukasi bagi perkembangan dunia gitar di Indonesia

Redaksi

  • C. Intan Pratiwi Pemimpin Redaksi
  • Eka Venansius
    Eka Venansius Pemimpin Perusahaan
  • Mahayu Koesoemo
    Mahayu Koesoemo Social Media Manager & Redaktur
  • Mahendra Yogaswara
    Mahendra Yogaswara Videographer & Editor
  • Dede SP
    Dede SP Digital Marketing
 

Address

Redaksi GitarPlus

  • Emerald View A1 No.10 Bintaro Sektor 9 Tangerang Selatan, Banten
  • +62 21 29427410

 

Created by inisial dotcom